Pada postingan blog kali ini saya akan menganalisa jurnal yang berjudul Identifikasi Telapak Tangan Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan Learning Vector Quantization (LVQ)
Karangan : Eka Afriandi , Sutikno
Departemen Ilmu Komputer/Informatika, FSM, Universitas Diponegoro Jalan Prof. H. Soedarto, SH. Tembalang Semarang 50275.
Departemen Ilmu Komputer/Informatika, FSM, Universitas Diponegoro Jalan Prof. H. Soedarto, SH. Tembalang Semarang 50275.
Abstrak
Sistem pengenalan diri (personal recognition) adalah sebuah sistem untuk mengenali identitas seseorang secara otomatis dengan menggunakan komputer dengan kata sandi (password), ID card, atau PIN untuk mengidentifikasi seseorang. Namun pengenalan diri dengan sistem tersebut memiliki beberapa kelemahan yaitu dapat dicuri dan mudah diduplikasi, memiliki kemungkinan seseorang untuk lupa dan beberapa password dapat diperkirakan sehingga dapat dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Untuk dapat mengenali seseorang secara otomatis dapat dilakukan secara komputasi, yaitu dengan menggunakan jaringan syaraf tiruan. Penelitian ini mengimplementasikan metode jaringan syaraf tiruan Learning Vector Quantization dengan objek pengenalan yaitu telapak tangan. Dalam penelitian ini model proses pengembangan perangkat lunak yang digunakan adalah Waterfall, sedangkan bahasa pemrograman yang digunakan adalah Matlab, dan sistem manajemen basis datanya adalah Microsoft Access. Keluaran dari aplikasi yang dikembangkan adalah identifikasi telapak tangan user. Dari hasil pengujian, tingkat akurasi dari aplikasi ini sebesar 74,66% dalam membedakan antar user yang satu dengan yang lain.
Kata kunci : Jaringan Syaraf Tiruan, Telapak Tangan, Learning Vector Quantization.
Hasil Analisis :
Sistem pengenalan diri adalah subuah sistem untuk megenali identitas seseorang secara otomatis dengan meggunakan komputer. Biasanya sistem pengenalan diri meggunakan sandi (password), ID card, atau PIN utuk mengidentifikasi seseorang. Namun sistem tersebut memiliki kelemahan yaitu dapat dicuri, diduplikasi dan memungkinkan seseorang lupa akan password atau PIN. Berdasarkan kelemahan tersebut maka dibutuhkan sistem yang aman dan memiliki kehandalan guna mengidentifikasi identitas manusia yaitu sistem biometrika.
Sistem biometrika merupakan teknologi pengenalan diri menggunakan bagian tubuh atau peilaku manusia. Sidik jari dan tanda tangan merupakan cotoh biometrika berdasarkan bagian tubuh dan tingkah laku manusia. Penggunaan teknologi biometrika ini mampu memberikan rasa keamanan. Teknologi biometrika tidak mugkin dapat diduplikasi atau terlupa karena proses dari teknologi tersebut menggunakan bagian tubuh untuk dikenali identitasnya dan mengharuskan seseorang untuk hadir atau tidak dapat diwakilkan.
jadi kesimpulan dari jural ini yaitu telapak tangan (palmprint) merupakan biometrika yang digunakan untuk sistem pegealan telapak tangan dikembangkan sebagai biometrika karena memiliki ciri yang lebih banyak dibandingkan sidik jari. Permukaan telapak tangan yag luas diharapkan dapat menghasilkan ciri yang memiliki kemampuan pembeda yag lebih handal dengan menggunakan teknik pegolahan citra jaringan syaraf tiruan Learning Vendor Quantization (LVQ) yang terdiri dari grayscaling, resize, thresholding dan deteksi tepi.
Sistem pengenalan diri adalah subuah sistem untuk megenali identitas seseorang secara otomatis dengan meggunakan komputer. Biasanya sistem pengenalan diri meggunakan sandi (password), ID card, atau PIN utuk mengidentifikasi seseorang. Namun sistem tersebut memiliki kelemahan yaitu dapat dicuri, diduplikasi dan memungkinkan seseorang lupa akan password atau PIN. Berdasarkan kelemahan tersebut maka dibutuhkan sistem yang aman dan memiliki kehandalan guna mengidentifikasi identitas manusia yaitu sistem biometrika.
Sistem biometrika merupakan teknologi pengenalan diri menggunakan bagian tubuh atau peilaku manusia. Sidik jari dan tanda tangan merupakan cotoh biometrika berdasarkan bagian tubuh dan tingkah laku manusia. Penggunaan teknologi biometrika ini mampu memberikan rasa keamanan. Teknologi biometrika tidak mugkin dapat diduplikasi atau terlupa karena proses dari teknologi tersebut menggunakan bagian tubuh untuk dikenali identitasnya dan mengharuskan seseorang untuk hadir atau tidak dapat diwakilkan.
jadi kesimpulan dari jural ini yaitu telapak tangan (palmprint) merupakan biometrika yang digunakan untuk sistem pegealan telapak tangan dikembangkan sebagai biometrika karena memiliki ciri yang lebih banyak dibandingkan sidik jari. Permukaan telapak tangan yag luas diharapkan dapat menghasilkan ciri yang memiliki kemampuan pembeda yag lebih handal dengan menggunakan teknik pegolahan citra jaringan syaraf tiruan Learning Vendor Quantization (LVQ) yang terdiri dari grayscaling, resize, thresholding dan deteksi tepi.
NAMA : 1. CINDY PRATIWI
2. RR. BALQIS NABILAH K
KELAS : 2KA14
Komentar
Posting Komentar