Pencegahan Kanker Serviks
Ya, kanker serviks
memang merupakan jenis kanker yang paling banyak diderita wanita di Indonesia.
Di Asia Tenggara, Indonesia menempati urutan pertama sebagai negara dengan
jumlah kasus kanker serviks terbanyak.
Wanita yang sudah
menikah berisiko tinggi terkena kanker serviks. Jika HPV telah menular saat berhubungan
seksual, dalam waktu beberapa tahun atau puluhan tahun, HPV akan merusak
serviks dan menimbulkan kanker.
Kanker serviks bisa
dicegah
Cara yang sudah
terbukti ampuh untuk mencegah kanker serviks adalah
dengan pengujian
(screening) untuk mencari lesi pra-kanker sebelum mereka berubah menjadi kanker
invasif.
Pengujian untuk mencari
lesi prakanker dilakukan dengan Pap smear dan tes HPV. Jika prakanker
ditemukan, akan bisa segera diobati untuk menghentikan perkembangannya.
Sebagian besar kanker serviks invasif ditemukan pada wanita yang belum
melakukan Pap smear secara teratur.
Pap smear adalah prosedur yang digunakan untuk
mengumpulkan sel dari leher rahim sehingga mereka dapat dilihat di bawah
mikroskop untuk menemukan sel kanker dan pra-kanker.
Jadwal pemeriksaan
sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter. Sebagai pedoman, jadwal untuk
melakukan pap smear adalah tiga tahun setelah berhubungan intim yang pertama.
Setelah itu, sampai usia 30 tahun, tiga tahun sekali.
Untuk wanita di atas 30
tahun, jika hasil tes normal dan Anda tidak memiliki faktor risiko, mungkin
dokter menganjurkan untuk mengulangnya dua-tiga tahun lagi.
Jika hasil pap smear
positif, tergantung dari jenis sel yang ditemukan, mungkin Anda akan diminta
mengulang pap smear dalam beberapa bulan mendatang atau dokter akan melakukan
pemeriksaan lanjutan.
Tes HPV dapat dilakukan
pada sampel yang sama dari sel-sel yang dikumpulkan dari Pap smear
Hal-hal lain yang perlu
Anda lakukan untuk mencegah kanker serviks adalah:
1. Hindari kontak dengan
human papilloma virus (HPV)
Karena HPV merupakan
penyebab utama kanker serviks, menghindari paparan HPV bisa membantu Anda
mencegah penyakit ini. HPV ditularkan dari satu orang ke orang lain dengan cara
kontak dengan kulit yang terinfeksi ke kulit dengan daerah yang terinfeksi.
HPV juga dapat menyebar
lewat hubungan seks - termasuk vaginal, anal, dan oral.
Cobalah untuk mencegah
infeksi HPV genital dengan tidak membiarkan orang lain yang Anda tidak pasti
riwayat kesehatannya melakukan kontak dengan daerah anal atau genital Anda.
2. Gunakan kondom
Kondom memberikan
perlindungan terhadap HPV tetapi tidak 100 persen mencegah infeksi. Beberapa
penelitian mengatakqn, menggunakan kondom dengan benar setiap kali Anda
melakukan hubungan seks, dapat menurunkan tingkat infeksi HPV sekitar 70 persen.
3. Jangan merokok
Tidak merokok adalah
cara penting lain untuk mengurangi risiko kanker serviks. Racun rokok adalah
bersifat oksidatif sehingga bisa memicu sel kanker muncul dan bertambah ganas.
4. Vaksinasi
Vaksin HPV berguna
untuk mencegah infeksi HPV tetapi tidak lmengobati infeksi yang sudah ada. Itu
sebabnya, vaksin HPV harus diberikan sebelum seseorang terkena HPV.
Rekomendasi American
Cancer Society, vaksinasi HPV rutin untuk anak perempuan dan anak laki-laki
harus dimulai pada usia 11 atau 12. Seri vaksinasi bisa dimulai sejak usia 9.
Avaksinasi HPV juga
dianjurkan untuk wanita berusia 13 sampai 26 tahun dan untuk laki-laki berusia
13 sampai 21 tahun yang belum divaksin, atau yang sudah mulai tapi tidak
menyelesaikan serinya. Pria berusia 22 sampai 26 tahun juga dapat divaksinasi.
Vaksinasi HPV juga
dianjurkan sampai usia 26 untuk pria yang berhubungan seks dengan pria lain dan
untuk orang-orang dengan sistem kekebalan yang lemah.
Untuk yang berusia 22
sampai 26 tahun dan belum vaksin, atau yang sudah mulai tetapi tidak
menyelesaikan serinya, penting untuk diketahui bahwa vaksinasi pada usia lebih
tua kurang efektif dalam menurunkan risiko kanker.
Komentar
Posting Komentar