BAB VIII.MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Manusia adalah mahluk hidup ciptaan Tuhan yang
paling tinggi derajatnya. Dikarenakan manusia memiliki akal, pikiran dan rasa.
Ketiga kekayaan manusia inilah yang membuat manusia disebut sebagai Khalifah di
bumi ini. Tuntutan hidup manusia lebih daripada tuntutan hidup makhluk lainnya
yang membuat manusia harus berpikir
lebih maju untuk memenuhi kebutuhan atau hajat hidupnya di dunia, baik yang
bersifat jasmani maupun rohani. Dari proses ini maka lahirlah apa yang disebut
kebudayaan dan pandangan terhadap hidup.
Jadi
pandangan terhadap hidup ini adalah segala sesuatu yang dihasilkan oleh akal
budi manusia. Pandangan hidup dapat menjadi pegangan, bimbingan dan tuntutan
seseorang ataupun masyarakat dalam menempuh kehidupan. Oleh karena itu, dalam
kehidupan dunia dan akhirat pandangan hidup seseoranglah yang menentukan akhir
hidup mereka sendiri. Selain itu Pandangan hidup juga tidak langsung muncul
dalam masyarakat, melainkan melalui berbagai proses dalam kehidupan. Dalam
perkembangan seorang manusia itulah proses dalam menemukan jati diri atau
pandangan hidupnya.Mulai dari masa kanak-kanak hingga dewasa.
Dalam penemuan pandangan hidup tersebut, tidak lepas
juga dengan pendidikan. Manusia mengetahui tentang hakikat hidup dan sebagainya
adalah berasal dari pendidikan. Oleh karena itu jika kita membahas tentang
pandangan hidup, tidak boleh lepas dari pendidikan. Karena dengan pendidikan
manusia dapat berpikir lebih kedepan mulai dari kehidupan baik lahir maupun
batin.
Berdasarkan uraian di atas maka dikemukakan judul
dari makalah ini ialah “ Pentingnya Pandangan Hidup Bagi seorang Anak”.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang, kami merangkum beberapa
rumusan masalah yang diangkat, antara lain :
1. Mengapa perlu adanya pandangan hidup pada
anak ?
2.
Bagaimana cara menanamkan pandangan hidup pada anak ?
3. Apa
dampak negatif bagi anak yang tidak mempunyai pandangan hidup
C. Tujuan Penulisan
Penulisan makalah mengenai pentingnya pandangan
hidup bagi anak mempunyai tujuan antar lain :
1. Untuk
memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Sosial Budaya Dasar (ISBD)
2.
Memberi pengetahuan dasar kepada para mahasiswa mengenai masalah manusia dan
pandangan hidup
3.
Mahasiwa dapat mengetahui pentingnya pandangan hidup bagi anak
4.
Mahasiswa dapat menyebutkan manfaat pandangan hidup bagi anak
5.
Memberikan pandangn pada mahasiswa IKIP sebagai calon guru agar ikut
berperan dalam menanamkan pandangan hidup pada anak.
D. Manfaat Makalah
Adapun manfaat dari penulisan makalah ini adalah
sebagai berikut :
1. Sebagai
referensi tambahan dalam pembelajaran
2. Sebagai
pembanding dalam penyusunan makalah selanjutnya
MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP
BAB VIII
UNIVERSITAS GUNADARMA
BAB II
LANDASAN TEORI
A. Pengertian Pandangan Hidup
1. Menurut Koentjaraningrat dalam buku Ilmu Budaya Dasar yang disusun oleh
Eddy Subandrijo (2000: 90) Pandangan hidup (World View) adalah nilai-nilai yang
dianut oleh suatu masyarakat yang dipilih secara selekif oleh individu dan
golongan di dalam masyarakat.
2. Menurut Manuel Kaisiepo dalam buku Ilmu Budaya Dasar yang disusun oleh
Eddy Subandrijo (2000: 90) Pandangan hidup mencerminkan citra diri seseorang
karena pandangan hidup itu mencerminkan cita-cita atau aspirasinya.
3. Menurut Lenski dalam buku Ilmu Budaya Dasar yang disusun oleh Eddy
Subandrijo (2000: 90) Pandangan hidup
merupakan bagian dari ideologi.
Pandangan hidup pada dasarnya memiliki unsur-unsur:
a. Cita-cita
adalah sesuatu yang ingin digapai oleh manusia melalui usaha.
b. Usaha
adalah hal-hal yang diupayakan sebaik mungkin untuk menggapai cita-cita yang
harus dilandasi oleh keyakinan.
c. Keyakinan
diukur dengan daya pikir akal, jasmani, dan sikap maupun rasa kepada Tuhan.
Hal ini yang mencirikan bahwa unsur-unsur pandangan
hidup diatas saling berkaitan.
Dari definisi-definisi tersebut dapat ditarik
kesimpulan bahwa pandangan hidup adalah pendapat atau pertimbangan yang
dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia yang mana
mencerminkan diri seseorang. Pandangan hidup tersebut dapat digunakan dalam
menjalani hidup. Pandangan hidup itu juga bisa diimplementasikan sebagai
hasil-hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman, fakta, dan sikap meyakini
sesuatu yang diringkas sebagai pegangan, pedoman, petunjuk atau arahan.
B.
Pengertian Anak
1. Menurut Dr. As’aril Muhajirin, M. Ag dalam buku berjudul Ilmu Pendidikan
Perspektif Kontekstual (2011: 113) pengertian anak dalam islam diistilahkan
dari akar kata al-walad, al-ibn, al-tifl, al-syabi, dan al-ghulam. Dalam
pengertiannya yang identik dengan al-walad, ia berarti keturunan yang kedua
dari seseorang, atau segala sesuatu yang dilahirkan,juga bias berarti manusia
yang masih kecil. Menurut pengertian ini,keturunan pertama adalah orang tua.
Kemudian setiap orang tua yang mempunyai keturunan, keturunan itu yang disebut
sebagai anak.
2. Menurut Prof.Drs. Koesparmono Irsan,SH,MH,MBA dalam buku berjudul Hukum
dan Hak Asasi Manusia(2009:63) mengatakan bahwa anak adalah amanah sekaligus
karunia Tuhan YME , yang senantiasa harus kita jaga karena dalam dirinya
melekat harkat,martabat dan hak-hak sebagai manusia yang harus dijunjung
tinggi.
3. Berdasarkan Undang-Undang Pasal 1(2) 4/1979 di dalam buku berjudul
Sosiologi Keluarga yang disusun oleh Prof.Dr. Soerjono Soekanto (2004:130)
memaparkan bahwa anak adalah seseorang yang belum mencapai usia 21 tahun dan
belum pernah menikah.
Dari definisi- definisi tersebut dapat ditarik
kesimpulan bahwa anak adalah pribadi yang membutuhkan kasih sayang, perhatian
dan perlindungan dari pribadi yang dituakan olehnya, baik dari orangtua, guru
ataupun masyarakat.Selain itu anak- anak mulai berkembang tidak hanya dari
jasmaninya melainkan juga psikologinya dimana anak-anak sudah berkembang
semakin luas.Selain itu juga anak-anak mulai diberi pengertian tentang berbagai
hal mulai dari agama, norma, hak dan kewajiban. Anak juga mengalami
perkembangan seperti mulai mengambil keputusan tentang apa yang akan dia
lakukan kedepannya.
C.
Pengertian Keluarga
1. Dalam
buku berjudul Psikologi Perkembangan yang disusun oleh Drs. Agus Sujanto yang
dikutip oleh Drs.Sudarsono dalam buku berjudul
Kenakalan Remaja(2008:125) menjelaskan bahwa keluarga merupakan
lingkungan yang terdekat untuk membesarkan,mendewasakan dan di dalamnya anak
mendapatkan pendidikan yang pertama kali. Keluarga merupakan kelompok
masyarakat terkecil,akan tetapi merupakan lingkungan paling kuat dalam
membesarkan anak dan terutama bagi anak yang belum sekolah.
2.Menurut Soerjono Soekamto dalam buku berjudul Sosiologi keluarga tentang
Ikhwal Keluarga,Remaja dan anak (2004:1) mengatakan bahwa keluarga merupakan
kelompok social kecil yang terdiri dari suami,istri beserta anak-anaknya yang
belum menikah. Keluarga lazimnya juga disebut rumah tangga,yang merupakan unit
terkecil dalam masyarakat sebagai wadah dan proses pergaulan hidup
3. Menurut Subino Hadisubroto dalam bukunya yang berjudul Pentingnya Pendidikan,dalam
“Keluarga dalam Hakikat Tujuan Pendidikan Nasional” keluarga(2007:23) adalah
tempat untuk berbagi rasa dan pikiran, menjadi tempat mencurahkan suka dan
duka,tidak menjadi tempat bergantung bagi anak-anak akan tetapi sebagai tempat
berlatih mandiri, tidak menjadi tempat menuntut hak,menjadikan tempat
menumbuhkan kehidupan religius, dan akhirnya menjadi tempat yang aman karena
aturan main antaranggota ditegakkan.
Dari definisi-definisi diatas, dapat ditarik
kesimpulan pengertian dari keluarga adalah kelompok sosial terkecil dalam
masyarakat, tetapi memiliki peran yang sangat besar dalam pembentukan karakter
seseorang.
D.
Pengertian Pendidikan
1.
Istilah pendidikan yang terdapat dalam buku Ilmu Pendidikan Teoretis dan
Praktis, ditulis oleh M. Ngalim Purwanto (2007: 3) salah satunya Pedagogik
atau ilmu pendidikan ialah ilmu pengetahuan yang
menyelidiki, merenungkan tentang gejala-gejala perbuatan mendidik. Pedagogik
berasal dari kata Yunani Paedagogia yang berarti “pergaulan dengan anak-anak”.
Paedagogos ialah seorang pelayan atau bujang pada zaman Yunani kuno yang
pekerjaanya mengatur dan menjemput anak-anak ke dan dari sekolah.
2. Arti
pendidikan dalam buku. Pemikiran kependidikan ( 2009 : 25 ) ialah crow and crow
( dalam subingh, 1979 ) : “ the function of education must be recongnelzed to
be guidance of a lerning, at all stages of his want, needs, and potentialities
that will insure for him a personally satisfying and socially desirable pattern
of living. Dari pengertian ini dapat dipahami bahwa pendidikan tidak dipandang
hanya sebagai usaha mewujudkan keiginan, kebutuhan dan kemampuan individu
sehingga tercapai pola hidup pribadi dan social yang memuaskan. Dikemukakan
pula bahwa pendidikan mengandung tujuan yang ingin dicapai yaitu individu yang
berkembang
kemampuannya sehingga bermanfaat untuk kepentingan
hidupnya, atau sebagai warga masyarakat mapun sebagai warga Negara. Untuk
mencapai tujuan tersebut, pendidikan perlu melakukan usaha yang disengaja dan
terencana. Kegiatan tersebut hendaknya dapat diberikan dalam lingkungan keluarga,
sekolah dan masyarakat.
3. Menurut Aristoteles dalam buku berjudul Pedoman Pendidikan dan
Pengajarannya yang disusun oleh Drs.Abu Bakar Muhammad(1981:16), pendidikan
adalah menyiapkan akal untuk pengajaran, sebagaimana disiapkan tanah tempat persemaian
benih. Dia mengatakan bahwa di dalam diri manusia itu ada dua kekuatan,yaitu
pemikiran kemanusiaannya dan syahwat hewaniyah. Pendidikan itu adalah alat
(media) yang dapat membantu kekuatan pertama untuk mengalahkan kekuatan yang
kedua.
Dari definisi-definisi tersebut dapat disimpulkan
bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana
belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan
potensi dirinya sehingga memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian
diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan
oleh dirinya, masyarakat, Bangsa dan Negara.
E.
Pengertian Masyarakat
1. Menurut J.L.Gillin dan J.P.Gillin dalam buku Sosiologi dan Perubahan
Masyarakat yang di susun oleh Drs. Abdul Syani(1995:46) menamakan masyarakat
sebagai kelompok manusia yang terbesar dan mempunyai kebiasaan, tradisi, sikap
dan perasaan persatuan yang sama.
2.Dalam
buku berjudul Individu dan Masjarakat
yang disusun oleh Dr A. Lysen(1967:14) mengatakan bahwa masyarakat
kira-kira sama artinya dengan “lingkungan sosial”, pergaulan hidup manusia dan
seperti kata masyarakat lebih diartikan , apabila kita memandangnya di dalam
hubungan dengan individu
3.Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia yang disusun oleh W.J.S
Poerwadarminta(2007:751)Masyarakat adalah pergaulan hidup manusia (sehimpunan
orang yang hidup bersama di suatu tempat dengan ikatan-ikatan aturan yang
tentu)
Dari definisi-definisi tersebut dapat disimpulkan
bahwa masyarakat merupakan sekumpulan orang dengan berbagai ragam kualitas diri
dari yang tidak berpendidikan sampai yang berpendidikan tinggi. Baik buruknya
kualitas masyarakat ditentukan oleh kualitas pendidikan anggotanya, sehingga
semakin baik pendidikan anggotanya, semakin baik pula kualitas masyarakat
secara keseluruhan.
BAB III
JAWABAN RUMUSAN MASALAH
A. Sebab Anak Harus Memiliki Pandangan Hidup
Berdasarkan
rumusan masalah yang pertanyaannya berbunyi ”Mengapa perlu adanya
pandangan hidup pada anak ?” maka jawabannya adalah sebagai berikut :
Seperti yang dikemukakan oleh Manuel Kaisiepo (1982)
dalam buku Ilmu Budaya Dasar yang disusun oleh Eddy Subandrijo (2000: 90)
Pandangan Hidup merupakan bagian hidup manusia. Tidak ada seorang pun yang
hidup tanpa pandangan hidup meskipun tingkatannya berbeda-beda. Pandangan hidup
mencerminkan citra diri seseorang karena pandangan hidup itu mencerminkan cita-cita
dan aspirasinya. Hal ini membuktikan anak harus memiliki pandangan hidup karena
sangat mempengaruhi dalam pencapaian cita-citanya.
B. Cara Menanamkan Pandangan Hidup Pada Anak
Berdasarkan
rumusan masalah yang pertanyaannya berbunyi ”Bagaimana cara menanamkan
pandangan hidup pada anak ?” maka jawabannya adalah sebagai berikut :
Cara menanamkan pandangan hidup pada anak dapat kita
bagi menjadi tiga berdasarkan lingkungan dimana anak belajar berdasarkan buku
yang berjudul Ilmu Pendidikan Teoritis dan Praktis yang disusun oleh
Drs.M.Ngalim Purwanto MP salah satunya adalah lingkungan Keluarga (2007:193)
Dalam buku yang berjudul Ilmu Pendidikan Teoritis dan Praktis yang disusun oleh
Drs.M.Ngalim Purwanto MP(2007:79) Comenius (1592-1670), seorang ahli didaktik yang
terbesar, dalam buku Didaktica Magna disamping mengemukakan asas-asas
didaktiknya yang sampai sekarang masih dipertahankan kebenarannya,juga
menekankan betapa pentingnya pendidikan keluarga itu bagi anak-anak yang sedang
berkembang. Dalam uraiaannya tentang tingkatan-tingkatan sekolah yang dilalui
oleh anak sampai mencapai tingkat kedewasaanya,ia menegaskan bahwa tingkatan
permulaan bagi pendidikan anak-anak dilakukan di dalam keluarga yang disebut
scola-materna(sekolah ibu). Di dalamnya diutarakan bagaimana orang-orang tua
harus mendidik anak-anaknya dengan bijaksana,untuk memuliakan Tuhan dan untuk
keselamatan jiwa anak-anaknya.
C. Dampak Negatif Bagi Anak yang Tidak Mempunyai
Pandangan Hidup
Berdasarkan
rumusan masalah yang pertanyaannya berbunyi ” Apa dampak negatif bagi
anak yang tidak mempunyai pandangan hidup?” maka jawabannya adalah sebagai
berikut :
Dalam buku berjudul Kenakalan Remaja yang ditulis
oleh Dr.Kartini Kartono menjelaskan tentang Juvenile delinquency atau perilaku
jahat/dusta,atau kejahatan/kenakalan anak-anak muda; merupakan gejala
sakit(patologis) secara sosial pada anak-anak dan remaja yang disebabkan oleh
kurangnya orang tua dan orang dewasa dalam menanamkan moralitas dan keyakinan
pada anak-anak muda.(1986:9)
BAB IV
PEMBAHASAN
A. Mengapa
perlu adanya pandangan hidup pada anak
Dalam buku berjudul Sosiologi Keluarga yang ditulis
oleh Prof. Dr. Soerjono Soekanto, S.H.(2004:49) pendidikan keluarga adalah
sangat penting, oleh karna ana merupakan generasi yang akan menggantikan kita
semua kelak pada suatu waktu. Mereka harus disiapkan untuk dapat menanggulangi
masalah-masalah yang kelak akan dihadapi, dengan pola yang mungkin berbeda
dengan kebiasaan yang ada dewasa ini. Dengan begitu kita sebagai oang tua
penting untuk menanamkan pandangan hidup pada seorang anak untuk kelangsungan
kehidupan yang lebih baik.
B.
Macam-Macam Pandangan Hidup
Dalam buku berjudul Ilmu Pendidikan Teoritis dan
Praktis bahwa macam-macam pandangan hidup yang disusun oleh Drs.M.Ngalim
Purwanto (2007:23) berdasarkan sumbernya,dapat digolongkan ke dalam tiga
kelompok,yaitu :
1 Pandangan hidup berupa agama (pandangan hidup muslim). Pandangan hidup
ini memiliki kebenaran mutlak. Sebagai contoh, pandangan hidup muslim(orang
islam) bersumber dari Al-Qur’an dan Sunah(sikap, perkataan dan perbuatan Nabi
Muhammad saw)
2. Pandangan hidup berupa ideologi merupakan abstraksi dari nilai-nilai
budaya suatu Negara atau bangsa. Misalnya ideologi Pancasila dapat merupakan
sumber pandangan hidup, sebagaimana halnya P4
3. Pandangan hidup berupa hasil perenungan seseorang sehingga dapat
merupakan ajaran atau etika untuk hidup, misalnya aliran-aliran kepercayan.
BAB V
KESIMPULAN
A. Kesimpulan
Kesimpulan
pembahasan yang telah diuraikan pada bab-bab terdahulu, maka pada bagian ini
akan dikemukakan beberapa pokok sebagai berikut :
1. Pendidikan pandangan hidup yang dimiliki seorang anak dapat membantu
kembang tumbuh anak dalam proses pembelajaran tentang dirinya sendiri dan dunia
sekitarnya.
2. Seorang anak yang memiliki pandangan hidup atau prinsip hidup akan
menjalankan kebajikan dalam kehidupannya.
3. Setiap manusia pasti memiliki pandangan hidup untuk mencapai kehidupan
yang sejahtera, baik sebagai pedoman dalam hidupnya, pegangan ataupun petunjuk
hidupnya.
Melalui kesempatan ini ada beberapa saran yang akan
kami sampaikan, saran tersebut sebagai berikut:
1. Tanamkan pandangan hidup atau prinsip hidup pada anak sejak dini agar
mereka kelak menjadi manusia yang bijak dan berwatak mulia.
2. Baiknya seorang manusia memegang teguh pandangan hidup yang dimilikinya
agar dalam kehidupannya selalu melakukan kebajikan.
DAFTAR PUSTAKA
Latif, Abdul. 2007. Pendidikan Berbasis Nilai Kemasyarakatan.
Bandung: PT Refika Aditama
Syani, Abdul. 1995. Sosiologi dan Perubahan
Masyarakat. Bandar Lampung: PT Dunia Pustaka Jaya
Muhammad, Abu Bakar. 1981. Pedoman Pendidikan dan
Pengajaran. Surabaya: Usaha Nasional
Komentar
Posting Komentar